3 November 2022 - 19:47
Pemimpin Syiah Bahrain Reaksi Kehadiran Paus dan Syeikh Al-Azhar di Konferensi Al Khalifa

Ayatullah Sheikh Isa Qassim, pemimpin Syiah Bahrain bereaksi atas kehadiran Paus dan Syeikh Al-Azhar di Konferensi Al Khalifa bertajuk "Konferensi Koeksistensi".

Menurut laporan IRNA, dalam sebuah pernyataan hari Rabu (02/11/2022), Ayatullah Sheikh Isa Qassim meminta tokoh agama dan mazhab untuk mengungkapkan pendapat mereka secara berani jika mereka berpartisipasi dalam konferensi koeksistensi.

Dalam pernyataannya, Sheikh Isa Qassem menulis, Para tokoh dan cendekiawan Islam dan non-Islam terkemuka telah diundang ke konferensi ini untuk meningkatkan nilai dan pentingnya di benak umat Islam. Karena memuaskan bangsa-bangsa Islam dengan hasil konferensi ini adalah salah satu tujuan terpenting diadakannya konferensi ini.

"Jika hasil konferensi ini bertentangan dengan agama, keadilan, dan martabat manusia, maka tokoh-tokoh ini juga menjadi mitra dalam menyetujui dan mengesahkan hasilnya. Mereka akan bertanggung jawab kecuali mereka secara jelas mengumumkan ketidaksukaannya atas program dan pencapaian konferensi ini," tambah pernyataan Sheikh Isa Qassem.

Paus Fransiskus akan Kunjungi Bahrain, Lembaga HAM Titip Pesan Penting

Di bagian lain dari pernyataannya, pemimpin Syiah Bahrain menyebutkan, Konferensi ini diadakan dalam rangka normalisasi hubungan di kawasan dan Bahrain dengan Zionis Israel dan untuk lebih menindas rakyat Bahrain yang selama ini hidup di bawah penindasan di berbagai bidang politik, sosial, agama, budaya, kemanusiaan dan kualitas hidup di Bahrain. Dokumen organisasi hukum domestik dan asing adalah saksi terbaik untuk masalah ini.

Sejak 14 Februari 2011, Bahrain telah menyaksikan revolusi rakyat melawan rezim Al Khalifa. Rakyat menginginkan kebebasan, penegakan keadilan dan penghapusan diskriminasi serta pembentukan sistem yang dipilih di negara mereka.(sl)

342/